BISNIS – Warga Jambi khususnya nasabah Bank Jambi geger Minggu (22/2/2026) usai kabar Bank Jambi kebobolan. Kabar itu cepat menyebar ke penjuru Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.
Pesan berantai di WhatsApp kemudian membuat panik nasabah dan menyebarkan pula di media sosial seperti Facebook hingga TikTok.
Dalam pesan tersebut disebutkan sejumlah rekening nasabah mengalami pengurasan. Pembobolan itu dengan nominal yang bervariasi, mulai dari Rp5 juta, Rp14 juta hingga Rp100 juta.
Parahnya, kabar ini dibumbui pula dengan rekening kepala Bank Jambi Sarolangun ikut dijebol.
“Tabungan rekening di Bank Jambi milik saya dan istri dijebol alias dikuras. Setelah menelpon kepala Bank Jambi Sarolangun, ternyata rekening beliau juga kena jebol. Untuk itu agar Bapak dan Ibu mengecek rekeningnya masing-masing.” isi pesan tersebut melansir DinamikaJambi.com
Tak hanya nasabah Bank Jambi di Sarolangun, nasabah di Bungo, Tanjabbar hingga Merangin turut panik dan mendatangi bank daerah itu.
“Iya tadi dapat kabar ada serangan sistem, katanya ada pembobolan. Ini di semua group udah pada panik. Kita jadi panik, karena itu rekening gaji,” kata Yuni, warga Merangin.
Manajemen PT Bank Pembangunan Daerah Jambi atau Bank Jambi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh nasabah atas ketidaknyamanan layanan yang terjadi akibat gangguan sistem perbankan.
Dalam siaran pers resmi, Minggu 22 Februari 2026 di Jambi, Bank Jambi mengungkapkan bahwa saat ini sistem layanan perbankan tengah mengalami gangguan yang berdampak pada sejumlah kanal layanan kepada nasabah.
“Pada saat ini, sistem layanan perbankan Bank Jambi sedang mengalami gangguan yang berdampak kepada nasabah,” demikian keterangan resmi manajemen.
Disebutkan, gangguan tersebut memengaruhi layanan pada kanal ATM dan mobile banking. Untuk mengantisipasi serta meminimalkan dampak yang terjadi, pihak bank saat ini tengah melakukan proses pemulihan sistem agar layanan dapat segera kembali beroperasi normal sebagaimana mestinya.
Manajemen Bank Jambi juga mengimbau nasabah dan masyarakat agar tetap tenang serta selalu menjaga kerahasiaan data pribadi.
Nasabah diminta untuk tidak membagikan informasi penting seperti username, kata sandi, PIN, maupun kode OTP kepada siapa pun, serta secara berkala melakukan penggantian kata sandi demi keamanan transaksi.
Bagi nasabah yang merasa dirugikan akibat gangguan tersebut, Bank Jambi membuka layanan pengaduan melalui customer service di kantor layanan terdekat mulai Senin, 23 Februari 2026, sesuai jam operasional bank.
Selain itu, nasabah juga dapat menghubungi call center resmi Bank Jambi di nomor 1500-665 untuk mendapatkan informasi dan bantuan lebih lanjut.














