MERANGIN – Geram dengan angkutan batu bara yang diduga melanggar aturan, Pemuda Pancasila Merangin bakal turun ke jalan. Aksi protes itu akan berlangsung Senin, 2 Februari 2026.
Pemuda Pancasila bersama aliansi masyarakat akan menggelar aksi menolak angkutan batu bara yang melintas di Jalan Lintas Sumatra. Aksi tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin, 2 Februari 2026, pukul 10.30 WIB, dengan titik kumpul di Kantor Bupati Merangin.
Aksi ini sebagai bentuk keprihatinan atas kondisi jalan nasional yang semakin rusak parah akibat aktivitas angkutan batu bara yang di nilai tidak sesuai peruntukan jalur umum.
Koordinator aksi menyebutkan bahwa selama ini angkutan tambang kerap melintas tanpa pengawasan ketat, menyebabkan kerusakan infrastruktur, meningkatnya kecelakaan lalu lintas, serta polusi debu yang membahayakan kesehatan masyarakat.
“Jalan umum bukan jalur tambang. Keselamatan rakyat harus diutamakan, bukan kepentingan cukong,” tegas perwakilan massa aksi.
Latar Belakang Aksi
Beberapa persoalan yang menjadi sorotan massa antara lain:
1. Rusaknya Jalan Lintas Sumatra
2. Maraknya kecelakaan lalu lintas
3. Polusi debu dari angkutan batu bara
4. Minimnya pengawasan pemerintah
Aksi ini juga mengacu pada dasar hukum, yakni:
– UU Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan
– UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
– Instruksi Gubernur Jambi Nomor 1 Tahun 2024
Enam Tuntutan Massa Aksi
Dalam pernyataan sikapnya, Pemuda Pancasila dan aliansi masyarakat menyampaikan enam tuntutan utama:
1. Menghentikan angkutan batu bara di jalan umum
2. Menindak tegas perusahaan dan pelanggar aturan
3. Bupati dan DPRD berpihak kepada rakyat
4. Penertiban serta pengawasan ketat
5. Transparansi izin dan jalur hauling
6. Mengutamakan keselamatan masyarakat
Pemuda Pancasila menegaskan bahwa aksi ini berlangsung damai dan murni demi kepentingan rakyat.
“Jalan negara bukan jalur tambang. Jika terus dibiarkan, rakyat yang jadi korban,” ujar Hasren Purja Sakti, Plh Ketua MPC PP Merangin melansir DinamikaJambi
Aksi ini diperkirakan akan diikuti ratusan peserta dari berbagai elemen masyarakat di Merangin








