MERANGIN – Warga Merangin dibuat geger dengan penemuan mayat pria mengapung, Minggu (11/1/2026). Mayat di Danau Biru Pulau Layang itu terungkap identitasnya.
Desa Pulau Layang, Kecamatan Batang Masumai, Kabupaten Merangin, geger dengan penemuan sesosok mayat pria yang mengapung di Danau Biru, bekas tambang bijih besi.
Mayat tersebut ditemukan mengapung di perairan danau yang dikenal cukup dalam dan kerap didatangi warga sekitar. Informasi penemuan jenazah itu dengan cepat menyebar dan mengundang kerumunan warga ke lokasi kejadian.
Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial dan data identitas yang ditemukan, jenazah diketahui merupakan warga Lingkungan Talang Kawo, Kelurahan Dusun Bangko, Kecamatan Bangko. Korban diketahui bernama M Agung Rahman Guntur.
Korban dilaporkan telah meninggalkan rumah selama 4 hari tanpa kabar. Melansir DinamikaJambi Ia terakhir terlihat pada Kamis, 8 Januari 2026. Menurut keterangan sumber keluarga, sebelum pergi korban sempat meminta izin kepada orang tuanya.
“Korban pamit dari rumah, orang tuanya sempat bertanya mau pergi ke mana, namun setelah itu korban tidak kembali dan tidak ada kabar,” ujar sumber setempat.
Penemua Jenazah korban sendiri dalam kondisi membusuk, menguatkan dugaan bahwa korban telah meninggal beberapa hari sebelumnya. Hingga kini, penyebab pasti kematian korban masih belum di ketahui.
Setelah penemuan tersebut, warga bersama aparat kepolisian langsung melakukan evakuasi. Evakuasi jenazah dari lokasi penemuan di danau menggunakan mobil menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) untuk dilakukan pemeriksaan dan autopsi.
“Sekitar pukul 17.00 WIB jenazah berhasil di evakuasi dan langsung dibawa ke rumah sakit di dampingi keluarga korban serta pihak kepolisian,” ujar Kepala Desa setempat.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematian korban, termasuk mengumpulkan keterangan saksi dan menunggu hasil pemeriksaan medis.
Sebagai informasi tambahan, penemuan jenazah ini ditemukan kendaraan roda dua jenis metik, Honda Beat Street. Hal ini diyakini warga bukan lagi perampokan.








